keutamaan ilmu

Ilmu adalah cahaya

Cahaya Allah yang dengannya Ia menghidupkan hati-hati yang mati, menyembuhkan jiwa-jiwa yang sakit, dan memberi petunjuk kepada orang yang dikehendakinya.

ilmu yang bermanfaat

ilmu yang bermanfaat

Setiap ayat al-Qur-an yang menceritakan kebaikan, sanjungan, orang-orang shalih, dan janji kebahagiaan di surga maka hal itu merupakan buah dari ilmu yang bermanfaat.

jalan ilmu

Bersiap Menempuh Jalan Ilmu

Menekuni ilmu sedikit demi sedikit, pagi dan petang, bersama hari, bersama malam, meniti jalan salafunash shalih

penghalang ilmu

Penghalang-penghalang dalam jalan ilmu

Syaithan tidak akan pernah ridho mboh piye carane hingga manusia terhalang dari ilmu dan petunjuk Allah, atau jauh dari ulama, ataupun tergelincir dalam jalan ilmu

adab dan akhlak menuntut ilmu

Baiknya hati, adab serta akhlak seorang penuntut ilmu

Maka sesungguhnya bukanlah penglihatan mata yang buta, akan tetapi yang buta adalah penglihatan hati yang ia di dalam dada.

Sunday, February 2, 2014

Faedah Kajian Meraih Ilmu dengan Akhlak Mulia 3 :: Nikmat Allah berupa dijaganya ilmu dan ahli ilmu


Kemudian al-Ustadz memulai pembahasan al-kitab mulai dari muqaddimah penulis hafizhahullaah dalam kitab beliau yang agung, yaitu kitab "Sadzaraat fii fadhil ilmi wa ahlih wa maa yanbaghi an yakuuna 'alaihi thalabatuh".
بسم الله الرحمان الرحيممقدِّمة
الحمد لله الذي شرَّف بالعلم العلماء، وجعلهم بحمله وبذله والعمل به ورثة الأنبياء

Bismillaahir rahmaanir rahiimMuqaddimah

Segala puji bagi Allah yang telah memuliakan para Ulama dengan ilmu ini. Dan segala puji bagi Allah yang telah menjadikan mereka dengan membawa ilmu ini, berusaha keras padanya, dan beramal dengannya sebagai para pewaris para nabi.

Secara singkat penulis hafizhahullaah memulai dengan pujian kepada Allah dengan menyebut nikmat-nikmat Allah berupa nikmat ilmu dan dijaganya ahli ilmu di setiap zaman.

وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له إله من في الأرض والسماء، المتفضل على عباده بما لا يحصى من النعم والآلاء، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله أوْلى الناس بالحب والولاء، وأحقهم بجميل الذكر والثناء، اللهم صلِّ وسلم وبارك عليه وعلى آله الطيبين الشرفاء وصحابته خيار الفضلاء وسادات الأولياء، وعلى الذين جاءوا من بعدهم سائرين على نهجهم وكانوا لهم نظيفي القلوب قد هُدوا إلى الطيِّب من القول والثناء، يقولون: ربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلًّا للذين آمنوا ربنا إنك رءوف رحيم 
Dan aku bersaksi bahwasanya tidak ada ilah yang haq disembah kecuali Allah semata tidak ada sekutu baginya, yaitu Allah yang ilah sesembahan yang haq bagi seluruh yang ada di bumi dan di langit. Yang Allah itu memiliki keutamaan dan kekhususan dalam hal peribadahan dikarenakan oleh nikmat-nikmat yang tidak bisa dihitung yang telah Ia berikan.
Dan aku bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yaitu manusia yang paling utama dalam hal kecintaan dan wala' terhadapnya, serta yang paling pantas atas semua manusia dalam hal penyebutan dan sanjungan yang baik.
Ya Allah berilah shalawat serta salam serta barakah pada beliau dan atas keluarga beliau yang baik dan mulia, serta atas para shahabat beliau yang mereka manusia-manusia pilihan yang penuh keutamaan dan sebaik-baiknya para wali, dan atas juga orang-orang yang datang setelah mereka yang berjalan di atas jalan mereka dan adalah mereka itu memiliki hati yang bersih dan telah diberi petunjuk kepada kebaikan dari perkataan dan sanjungan, yang mereka berkata,
 Wahai Rabb kami, berilah ampun kepada kami dan juga berilah ampun kepada saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dalam keimanan, dan janganlah Engkau jadikan dalam hati-hati kami rasa tidak senang terhadap orang-orang yang telah beriman. Wahai Rabb kami, sesesungguhnya Engkau lah ar-Rauuf lagi ar-Rahiim.

Kemudian penulis menyebut tentang tauhid kepada Allah 'azza wa jallah dan bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah utusan Allah, kemudian beliau memuji Nabi dan bershalawat kepadanya.

Saturday, February 1, 2014

Pembahasan Ushul Fiqih 2 : Manhaj / Thoriqoh (Metode) Penyusunan Ushul Fiqih


* MANHAJ / THORIQOH (METODE) PENYUSUNAN USHUL FIQIH

Ada 3 metode secara garis besar:

1. Manhajul Mutakallimiin

--> Dinamakan Thoriiqotul Jumhuur (Metode mayoritas Ulama') atau disebut juga Thoriiqotusy Syaafi'iyyah.

Dengan metode inilah para Ulama' Asy-Syaafi'iyyah, Al-Maalikiyyah, dan Al-Hanaabilah menyusun ilmu Ushul Fiqih.

2. Manhajul Fuqahaa'

--> Dinamakan Thoriiqotul Hanafiyyah.

Dengan metode ini para Ulama' Al-Hanafiyyah menyusun ilmu Ushul Fiqih.

3. Manhajul Muta'akhkhiriin

--> Dinamakan dengan Thoriiqotul Jam'i (metode penggabungan).

Dengan metode ini sekelompok Ulama' dari berbagai madzhab yang berbeda menyusun ilmu Ushul Fiqih.


Wednesday, January 29, 2014

Pembahasan Ushul Fiqih 1 :: Tujuan Belajar Ushul Fiqih


* TUJUAN BELAJAR USHUL FIQIH:

1. Memperdalam keimanan dalam diri seorang insan muslim dari sisi iltizamnya dia atas penunaian berbagai ibadah serta aplikasi 'amaliy dalam bidang mu'amalah.

2. Mengokohkan ikatan insan muslim dengan hukum-hukum ibadah dan mu'amalah yang terkait erat dengan dalil-dalil syar'iyyah.

3. Mempersiapkan insan muslim dan membuka pintu berikutnya untuk mempelajari level ilmu yang lebih luas.

* TA'RIIF (DEFINISI) USHUULUL FIQHI

Ada 2 sisi:

1. AT-TA'RIIF AL-IDHOOFIY (Definisi secara penyandaran).

--> Yakni definisi yang ditinjau dari sisi tarkiib (konsep kata); dimana USHUULUL FIQHI merupakan konsep Idhofah dalam ilmu Nahwu (Bahasa Arab).

Saturday, January 25, 2014

Faedah Kajian Meraih Ilmu dengan Akhlak Mulia 2 :: Untuk apa dan bagaimana?


Dan sebagaimana telah diingatkan dalam pembahasan tentang penghalang-penghalang ilmu oleh Syaikh Shaleh bahwasanya jalan-jalan ilmu yang ditempuh oleh banyak orang hari ini tidak lah seperti jalan ilmu yang ditempuh oleh para ulama terdahulu.

Oleh karena itu, kebaikan-kebaikan tidak didapat dan derajat tidak diangkat oleh Allah merupakan akibat dari jalan ilmu yang ditempuh ternyata salah. Dan ini merupakan salah pahamnya seseorang tentang iman dan tentang ilmu.

Tidaklah seorang muslim benar agamanya melainkan ia menjawab 2 hal dalam ia beramal yaitu lima (untuk apa, apa latar belakangnya) ?? dan kaifa (bagaimana) ??

Karena niat seseorang, untuk apa ia mengerjakan suatu amalan berhubungan erat dengan semangat seseorang. Namun apabila jalan yang ditempuh salah maka semangat yang tinggi tersebut lambat laun juga akan melemah.

Lemahnya semangat dan himmah ialah karena lemahnya pemahaman kita tentang keutamaan ilmu dan lemahnya kita dalam berakhlaq di dalam jalan ilmu yang mulia ini.

- - - - - - -- - - - -- -  -

Catatan:
Faedah di atas kami ambil dan tuliskan dari kajian Meraih Ilmu dengan Akhlak Mulia yang diisi oleh al-Ustadz al-Fadhil Abu 'Izzi Masmu'in Zubaidi semoga Allah senantiasa menjaga beliau hafizhahullah. Yang mana antum dapat dengarkan kajian tersebut melalui link di bawah ini:
https://www.dropbox.com/s/at87oieiltak6pf/Meraih%20Ilmu1%20-%20Keutamaan%20Ilmu%20Ust%20Abu%20Izzi.mp3
Barakallahu fiikum.

Faedah Kajian Meraih Ilmu dengan Akhlak Mulia 1 :: Membenarkan Jalan


Apabila Allah menghendaki petunjuk pada seseorang hamba, maka Allah akan menolongnya dengan yashroh shodrohuu lil islaam yaitu Allah melapangkan dadanya untuk menerima hidayah islam.

Wasilah agung teguhnya iman dan nikmat hidayah ialah menuntut ilmu.

Rusaknya nikmat hidayah ialah dikarenakan rusaknya jalan ilmu yang jalan ilmu tersebut tidak sesuai dengan petunjuk Nabi.

Sebagaimana dalam hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam,

 إن من اشراط الساعة ثلاثا: إحداهن أن يلتمس العلم عند الاصاغر

Sesungguhnya termasuk tanda-tanda hari kiamat ada tiga macam yang salah satunya adalah diambilnya ilmu dari Al-Ashaaghir orang-orang kecil.  (Hadits hasan diriwayatkan oleh Ibnu Mubaarak, ath-Thabrani, Abu Nu'aim, dan yang lainnya)Hal ini merupakan isyarat akan rusaknya jalan ilmu di akhir zaman yang kemudian menjadi sebab banyak fitnah dan rusaknya nikmat hidayah islam.

al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya menyebutkan bahwa ciri tanda orang yang hatinya sehat ialah di antaranya perhatian ia dalam tash-hiihul 'amal (membenarkan amal) jauh lebih besar dari sekedah menempuh/mengerjakan amal.

Sebagaimana ilmu itu adalah ibadah, yaitu ibadah hati yang membutuhkan jalan ilmu yang panjang. Maka hendaknya perhatian seseorang dalam membenarkan jalan ilmu lebih besar dari sekedar menempuh jalan ini.
- - - - - - -- - - - -- -  -

Catatan:
Faedah di atas kami ambil dan tuliskan dari kajian Meraih Ilmu dengan Akhlak Mulia yang diisi oleh al-Ustadz al-Fadhil Abu 'Izzi Masmu'in Zubaidi semoga Allah senantiasa menjaga beliau hafizhahullah. Yang mana antum dapat dengarkan kajian tersebut melalui link di bawah ini:
https://www.dropbox.com/s/at87oieiltak6pf/Meraih%20Ilmu1%20-%20Keutamaan%20Ilmu%20Ust%20Abu%20Izzi.mp3
Barakallahu fiikum.

Kajian Meraih Ilmu: Muqaddimah


Bismillahir rahmanir rahiim


Segala puji sanjungan mutlak hanya untuk Allah 'azza wa jalla. Dan shalawat serta salam semoga tercurah atas Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.

Alhamdulillah, dengan bahagia dan pertolongan dari Allah kita telah memasuki pada pembahasan tentang Faedah-Faedah yang agung dari kajian "Meraih Ilmu 01" yang disampaikan oleh al-Ustadz al-Fadhiil Abu 'Izzi -hafizhahullaahu ta'ala. 

Yang dimana dalam pembahasan beliau terhadap kitab "Syadzaraat fii Fadhlil 'Ilmi wa Ahlihi wa maa yanbaghi an yakuuna 'alaihi thalabatuhu" yang merupakan sebuah kitab yang sangat agung, mudah dalam pembahasannya, dan banyak faedahnya yang ditulis oleh al-Allamah asy-Syaikh al-Fadhiil 'Abdul Muhsin al-Abbad al-Badr semoga Allah senantiasa menjaga beliau di kala hidupnya dan merahmati beliau di kala wafatnya.

Wednesday, October 2, 2013

Hakekat Qana'ah

Qana'ah itu ialah yg berada dalam hati....
Tidaklah zuhud dn qana'ah itu dipaksakan melainkan ia timbul dari hati yg tidak ada padanya kecintaan dunia dan keinginan padanya...

Dari sini seseorang mengenal mana hal yg bermanfaat sebenarnya dan mana hal madharat sebenarnya...

Tidaklah qana'ah dan zuhud timbul melainkan dari pengenalan yg baik, pemahaman yg jelas, serta ilmu yg bermanfaat....