keutamaan ilmu

Ilmu adalah cahaya

Cahaya Allah yang dengannya Ia menghidupkan hati-hati yang mati, menyembuhkan jiwa-jiwa yang sakit, dan memberi petunjuk kepada orang yang dikehendakinya.

ilmu yang bermanfaat

ilmu yang bermanfaat

Setiap ayat al-Qur-an yang menceritakan kebaikan, sanjungan, orang-orang shalih, dan janji kebahagiaan di surga maka hal itu merupakan buah dari ilmu yang bermanfaat.

jalan ilmu

Bersiap Menempuh Jalan Ilmu

Menekuni ilmu sedikit demi sedikit, pagi dan petang, bersama hari, bersama malam, meniti jalan salafunash shalih

penghalang ilmu

Penghalang-penghalang dalam jalan ilmu

Syaithan tidak akan pernah ridho mboh piye carane hingga manusia terhalang dari ilmu dan petunjuk Allah, atau jauh dari ulama, ataupun tergelincir dalam jalan ilmu

adab dan akhlak menuntut ilmu

Baiknya hati, adab serta akhlak seorang penuntut ilmu

Maka sesungguhnya bukanlah penglihatan mata yang buta, akan tetapi yang buta adalah penglihatan hati yang ia di dalam dada.

Monday, April 7, 2014

Meraih Ilmu: 02 Untuk apa dan bagaimana?


Dan sebagaimana telah diingatkan dalam pembahasan tentang penghalang-penghalang ilmu oleh Syaikh Shaleh bahwasanya jalan-jalan ilmu yang ditempuh oleh banyak orang hari ini tidak lah seperti jalan ilmu yang ditempuh oleh para ulama terdahulu.

Oleh karena itu, kebaikan-kebaikan tidak didapat dan derajat tidak diangkat oleh Allah merupakan akibat dari jalan ilmu yang ditempuh ternyata salah. Dan ini merupakan salah pahamnya seseorang tentang iman dan tentang ilmu.

Tidaklah seorang muslim benar agamanya melainkan ia menjawab 2 hal dalam ia beramal yaitu lima (untuk apa, apa latar belakangnya) ?? dan kaifa (bagaimana) ??

Karena niat seseorang, untuk apa ia mengerjakan suatu amalan berhubungan erat dengan semangat seseorang. Namun apabila jalan yang ditempuh salah maka semangat yang tinggi tersebut lambat laun juga akan melemah.

Lemahnya semangat dan himmah ialah karena lemahnya pemahaman kita tentang keutamaan ilmu dan lemahnya kita dalam berakhlaq di dalam jalan ilmu yang mulia ini.

- - - - - - -- - - - -- -  -

Catatan:
Faedah di atas kami ambil dan tuliskan dari kajian Meraih Ilmu dengan Akhlak Mulia yang diisi oleh al-Ustadz al-Fadhil Abu 'Izzi Masmu'in Zubaidi semoga Allah senantiasa menjaga beliau hafizhahullah. Yang mana antum dapat dengarkan kajian tersebut melalui link di bawah ini:
https://www.dropbox.com/s/at87oieiltak6pf/Meraih%20Ilmu1%20-%20Keutamaan%20Ilmu%20Ust%20Abu%20Izzi.mp3
Barakallahu fiikum.

Sunday, April 6, 2014

Meraih Ilmu: 01 Membenarkan Jalan


Apabila Allah menghendaki petunjuk pada seseorang hamba, maka Allah akan menolongnya dengan yashroh shodrohuu lil islaam yaitu Allah melapangkan dadanya untuk menerima hidayah islam.

Wasilah agung teguhnya iman dan nikmat hidayah ialah menuntut ilmu.

Rusaknya nikmat hidayah ialah dikarenakan rusaknya jalan ilmu yang jalan ilmu tersebut tidak sesuai dengan petunjuk Nabi.

Sebagaimana dalam hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam,

 إن من اشراط الساعة ثلاثا: إحداهن أن يلتمس العلم عند الاصاغر


Sesungguhnya termasuk tanda-tanda hari kiamat ada tiga macam yang salah satunya adalah diambilnya ilmu dari Al-Ashaaghir orang-orang kecil.  (Hadits hasan diriwayatkan oleh Ibnu Mubaarak, ath-Thabrani, Abu Nu'aim, dan yang lainnya).

Hal ini merupakan isyarat akan rusaknya jalan ilmu di akhir zaman yang kemudian menjadi sebab banyak fitnah dan rusaknya nikmat hidayah islam.

al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya menyebutkan bahwa ciri tanda orang yang hatinya sehat ialah di antaranya perhatian ia dalam tash-hiihul 'amal (membenarkan amal) jauh lebih besar dari sekedah menempuh/mengerjakan amal.

Sebagaimana ilmu itu adalah ibadah, yaitu ibadah hati yang membutuhkan jalan ilmu yang panjang. Maka hendaknya perhatian seseorang dalam membenarkan jalan ilmu lebih besar dari sekedar menempuh jalan ini.
- - - - - - -- - - - -- -  -

Catatan:
Faedah di atas kami ambil dan tuliskan dari kajian Meraih Ilmu dengan Akhlak Mulia yang diisi oleh al-Ustadz al-Fadhil Abu 'Izzi Masmu'in Zubaidi semoga Allah senantiasa menjaga beliau hafizhahullah. Yang mana antum dapat dengarkan kajian tersebut melalui link di bawah ini:
https://www.dropbox.com/s/at87oieiltak6pf/Meraih%20Ilmu1%20-%20Keutamaan%20Ilmu%20Ust%20Abu%20Izzi.mp3
Barakallahu fiikum.

Saturday, April 5, 2014

Kajian Meraih Ilmu: Muqaddimah


Bismillahir rahmanir rahiim


Segala puji sanjungan mutlak hanya untuk Allah 'azza wa jalla. Dan shalawat serta salam semoga tercurah atas Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.

Alhamdulillah, dengan bahagia dan pertolongan dari Allah kita telah memasuki pada pembahasan tentang Faedah-Faedah yang agung dari kajian "Meraih Ilmu 01" yang disampaikan oleh al-Ustadz al-Fadhiil Abu 'Izzi -hafizhahullaahu ta'ala. 

Yang dimana dalam pembahasan beliau terhadap kitab "Syadzaraat fii Fadhlil 'Ilmi wa Ahlihi wa maa yanbaghi an yakuuna 'alaihi thalabatuhu" yang merupakan sebuah kitab yang sangat agung, mudah dalam pembahasannya, dan banyak faedahnya yang ditulis oleh al-Allamah asy-Syaikh al-Fadhiil 'Abdul Muhsin al-Abbad al-Badr semoga Allah senantiasa menjaga beliau di kala hidupnya dan merahmati beliau di kala wafatnya.

Sunday, March 16, 2014

Kajian Baiknya Hati 01 : Faedah 01 Tujuan Hidup ialah Akhir Kesudahan yang Baik


Tujuan Hidup ialah Akhir Kesudahan yang Baik

Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah 'azza wa jalla. Karena kita telah ditolong oleh Allah dengan nikmat hidayah yang telah Allah berikan. Dan segala puji bagi Allah pula yang telah memberikan kita taufiq.

Wahai Rabb kami, berilah kepada kami di dunia hasanah dan di akhirat hasanah, dan jagalah kami dari adzab neraka.

Dan ketika ruh ditiupkan di dalam rahim maka ditentukan padanya ketetapan apakah dia menjadi hamba yang sa'id (bahagia) ataukah hamba yang syaqiiy (celaka).

Ukuran keberhasilan hidup seseorang yang benar bukan lah cita-cita, keinginan, angan-angan akan tetapi yang dilihat ialah bagaimana jalan yang sudah ditempuh.

Sebagai mana dalam ayat imtihaan yaitu tentang ukuran sesuatu bukanlah pengakuan seseorang bahwa ia mencintai Allah akan tetapi yang dilihat ialah bagaimana ia dalam mengikuti jalan Rasul. Bahkan orang yahudi dan Nashrani pun mereka mengaku mencintai Allah.

Kemudian hendaknya kita renungi bersama, apakah perjalanan kita , jalan yang sudah kita tempuh ini , sudahkah sesuai dengan perjalanannya orang yang bahagia ? Sejauh manakah yang sudah kita tempuh?

Dan dalam hidup ini hanya akan ada 2 pilihan yaitu apakah seseorang itu akan bahagia ataukah ia celaka.

Dan cita-cita tujuan dari perjalanan ini ialah bagaimana kita menyudahi perjalanan ini yaitu bagaimana akhir perjalanan kita di dunia. Sebagaimana dalam sebuah hadits, Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,

إنما الأعمال بالخواتيم

Hanyasaja amalan-amalan itu ialah tergantung dengan amalan-amalan penutupnya. (HR. al-Bukhari)

Dan perjalanan kita dalam agama, jalan ilmu ini tidak lain tujuannya ialah untuk akhir kesudahan yang baik.

Maka dari itu Imam al-Bukhari rahimahullaah mengawali kitab shahihnya dengan kitab bad'ul wahyi yang kemudian diakhiri dengan kitab tauhid. Dimulai dengan wahyu dari Allah dan hadits tentang niat yang kemudian ditutup dan diakhiri dengan tauhid.

Dan pelajaran-pelajaran tauhid dan aqidah maka sesungguhnya ia merupakan pelajaran untuk memperbaiki hati. Namun disayangkan betapa banyak orang telah belajar masalah tersebut namun hanya sampai pada akal saja dan tidak meresap ke dalam hati.

Padahal sudah seharusnya semestinya dengan ilmu-ilmu tersebut membuatkan pada diri seseorang khasyyah kepada Allah.

Dan permasalahan mendasar antara tauhid dan syirik ialah permasalahan hati dan i'tiqad yaitu tentang bersambungnya atau bergantungnya hati seseorang kepada yang diibadahi. Yaitu kemana hati itu mencintai, kemana hati itu berharap, dan kemana hati itu takut.

Dan Nabi dalam dakwah, beliau terus menekuini permasalahan ini selama 10 tahun lamanya dan tidak pernah berubah dan goyah oleh karena fitnah-fitnah yang terjadi pada beliau maupun apa yang dialami para shahabat beliau.

- - - -- -
Faedah ini kami dapat dari Kajian Kitab Ishlaahul Quluub (Baiknya Hati) bersama al-Ustadz al-Fadhil Abu 'Izzi hafizhahullaahu ta'ala

Wednesday, March 5, 2014

Faedah Kajian Meraih Ilmu dengan Akhlak Mulia 10 : Keutamaan Ilmu dan Ahli Ilmu dalam al-Qur-an 04


Allah subhaanahuu wa ta'aalaa berfirman kepada Nabi-nya:

فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۗ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْآنِ مِن قَبْلِ أَن يُقْضَىٰ إِلَيْكَ وَحْيُهُ ۖ وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا
Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur'an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: "Rabbi zidnii 'ilmaa Ya Rabb-ku, tambahkanlah kepadaku ilmu".

Tuesday, March 4, 2014

Faedah Kajian Meraih Ilmu dengan Akhlak Mulia 9 :: Terang bendarang hidup di atas jalan ilmu

Jalan ilmu

أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan. (Surat Al An’am 122)

Saturday, March 1, 2014

Pembahasan Ushul Fiqih 3 : al-Hukum asy-Syar'i


* AL-HUKMU ASY-SYAR'IY (HUKUM SYAR'I)

Hukum syar'i adalah:
Pembicaraan/ketentuan Allah 'Azza wa Jalla yang terkait dengan af'aalul mukallafiin (perbuatan para hamba yang mendapat beban syariat); baik berupa Al-Iqtidhoo' (bersifat permintaan/tuntutan), atau At-Takhyiir (bersifat pilihan), atau Al-Wadh'u (bersifat peletakan).

* MACAM-MACAM HUKUM SYAR'I

Secara garis besar terbagi menjadi 2 :

1. Al-Hukmu At-Takliifiy (Hukum Takliif)
--> Yaitu ketentuan Allah yang terkait perbuatan para mukallaf, berupa Iqtidhoo' dan Takhyiir.